Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MATERI KARYA ILMIAH KELAS XI SMA





Karya tulis ilmiah 

merupakan materi bahasa Indonesia Kelas XI/11 - Materi ini membahas pengertian karya tulis ilmiah, tujuan, karakteristik, manfaat, jenis-jenis, ciri-ciri, struktur karya tulis ilmiah dan unsur/kaidah kebahasaan, dan ciri-ciri bahasa keilmuan sebagai media karya ilmiah.

Apa yang dimaksud dengan Karya Ilmiah? Menurut Wikipedia, karya ilmiah adalah sebuah laporan tertulis dan diterbitkan yang menjelaskan hasil pengkajian atau penelitian yang telah dilakukan oleh sebuah tim atau seseorang dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan harus ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Nah, kalian sudah tahu apa itu karya ilmiah. Adapun jenis-jenis karya tulis ilmiah antara lain yaitu 
artikel, makalah, skripsi, kertas kerja, paper, tesis, disertasi dan artikel ilmiah populer.

Salah satu ciri-ciri karya tulis ilmiah adalah menggunakan bahasa yang baku dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Kami 
Materi Bindo akan menjelaskan secara rinci apa saja yang harus dibahas pada materi Karya Tulis Ilmiah.

Pengertian Karya Tulis Ilmiah

Secara umum

Karya Tulis Ilmiah atau disingkat Karya Ilmiah (Dalam Bahasa Inggris Scientific Paper) adalah laporan tertulis atau tulisan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian mengenai suatu masalah yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi etika dan kaidah keilmuan yang ditaati dan dikukuhkan oleh masyarakat umum.


Karya ilmiah disebut juga sebagai 
"tulisan akademis" karena biasa ditulis oleh kalangan kampus perguruan tinggi, dosen dan mahasiswa. Karya ilmiah juga berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berupa penjelasan (explanation), prediksi (prediction), dan pengawasan (control).

Pengertian Karya Tulis Ilmiah Menurut Para Ahli

Eko Susilo, M. 1995:11

Karya ilmiah adalah suatu tulisan atau karangan yang didapatkan sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil penelitian, pengamatan, peninjauan dalam bidang tertentu, disusun menggunakan metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantu bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/keilmiahannya.

Yamilah dan Samsoerizal (1994:90)

Memaparkan bahwa ragam karya ilmiah terdiri atas beberapa jenis yang berdasarkan fungsinya antara lain seperti: makalah, skripsi, tesis dan disertasi.

Sikumbang (1981)

Memaparkan bahwa ada enam manfaat yang diperoleh dari kegiatan ilmiah tersebut. Antara lain dapat mengembangkan keterampilan membaca efektif, dapat menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber, mengambil inti sarinya dan mengembangkan ke tingkat pemikiran yang lebih matang dan lain sebagainya.

Tujuan Karya Tulis Ilmiah


Adapun tujuan dari karya tulis ilmiah adalah sebagai berikut.

·         Untuk dapat melatih hasil penelitian dalam bentuk karya ilmiah yang sistematis dan metodologis. atau ide tersurat.

·         Karya ilmiah yang telah ditulis, diharapkan menjadi transformasi pengetahuan antara sekolah dan masyarakat.

·         Para akademisi tidak hanya sebagai konsumen pengetahuan, tapi juga mampu menjadi produsen berfikir dan menulis di bidang ilmu pengetahuan.

·         Untuk membuktikan pengetahuan serta potensi ilmiah yang dimiliki oleh penulis.

·         Dapat melatih keterampilan dasar dalam melakukan penelitian.

 

Manfaat Karya Tulis Ilmiah


Manfaat apa yang akan kita dapatkan dalam menulis karya ilmiah? Ini dia penjelasannya.

·         Untuk melatih dalam menggabungkan beberapa hasil bacaan dari berbagai sumber bacaan.

·         Penulis dapat berlatih mengintegrasikan hasil bacaan dengan gagasan sendiri.

·         Dapat mengembangkan pemikiran menjadi lebih matang.

·         Dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta dan data secara jelas dan sistematis.

·         Mengakrabkan penulis dengan kegiatan-kegiatan perpustakaan, seperti menggunakan katalog dalam mencari buku yang diperlukan.

·         Penulis akan merasakan kepuasaan intelektual, yakni satu kepuasan yang berkaitan dengan kemampuan untuk menyajikan satu pengetahuan.

·         Penulis ikut menyumbang bagi perluasan cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.

·         Sebagai bahan penelitian atau acuan pendahuluan untuk penelitian selanjutnya.

 

Karakteristik Karya Tulis Ilmiah


Kita juga harus mengetahui karakteristik dalam karya tulis ilmiah.

·         Tulisan yang dbuat harus mengacu pada teori.

·         Harus lugas, maksudnya tidak emosional, tidak kritis, dan tidak menimbulkan interprestasi lain.

·         Harus logis, artinya mengacu pada pembahasan yang rasional dengan urutan yang konsisten.

·         Efesien, artinya mempergunakan kalimat, kata dan bahasa yang baik, sesuai, dan mudah dipahami.

·         Efektif, artinya tulisan-tulisan yang dibuat harus ringkas dan padat.

·         Objektif, artinya berdasarkan fakta, kerangka karya ilmiah bersifat konkrit dan benar adanya/ tidak mengada-ada.

·         Sistematis, artinya penulisan dan pembahasan harus sesuai dengan prosedur yang ada.




Jenis-jenis Karya Tulis Ilmiah


Berikut ini adalah beberapa macam jenis karya tulis ilmiah beserta penjelasan singkatnya.

1. Artikel

Artikel adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan cara yang ilmiah dan mengikuti pedoman ilmiah yang telah disepakati sebelumnya.

Sistematika artikel:

·         Judul

·         Nama penulis (tanpa gelar akademik)

·         Abstrak

·         Kata kunci

·         Pendahuluan

·         Kerangka teori (kajian)

·         Pembahasan

·         Penutup

·         Daftar pustaka

 

2. Makalah

 

Makalah adalah salah satu karya ilmiah yang menyajikan suatu masalah dengan pembahasan berdasarkan data yang ada di lapangan dan bersifat empiris-objektif.

Sistematika makaalah:

·         Pendahuluan

·         Pembahasan

·         Kesimpulan



3. Kertas Kerja

 

Kertas kerja / work paper pada prinsipnya sama dengan makalah, namun pada kertas kerja dibuat dengan analisis yang lebih mendalam dan juga tajam dan dipresentasikan pada seminar yang biasanya dihadiri oleh para ilmuwan.

4. Paper

Paper adalah sebutan khusus untuk makalah di kalangan para akademisi (mahasiswa) dalam kaitannya dengan pembelajaran dan pendidikan sebelum menyelesaikan jenjang studi.

5. Skripsi

Skripsi adalah salah satu karya ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S1 (Sarjana). Berisi tulisan yang sistematis yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain.

6. Tesis

 

Tesis adalah suatu karya ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S2 (Pasca Sarjana). Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.

7. Disertasi

Disertasi atau disebut juga "Ph.D Thesis" adalah suatu karya ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S3 (Doktor/Dr) yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan fakta dan data yang sahih dengan analisis yang terinci.

8. Artikel Ilmiah Populer


Artikel ilmiah populer adalah artikel ilmiah yang ditulis dengan gaya bahasa populer (bahasa jurnalistis/media) untuk dimuat pada media massa (majalah, situs, suratkabar). Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah populer tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Namun, artikel ilmiah populer ditulis lebih bersifat umum, untuk konsumsi publik..

Ciri-ciri Karya Tulis Ilmiah


Tahukah Anda apa saja ciri-ciri yang terdapat dalam karya tulis ilmiah?

·         Bahasa yang digunakan harus bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata, dan kalimat-kalimat efektif dengan struktur yang baku.

·         Sikap penulis dalam karya ilmiah harus objektif, disampaian dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif dan tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.

·         Struktur karya ilmiah sangat ketat.

·         Komponen karya ilmiah bermacam-macam sesuai dengan jenisnya, namun pada intinya karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka.


Struktur Karya Tulis Ilmiah


Struktur dari karya tulis ilmiah terdiri dari tiga yaitu bagian pendahuluan, inti pembahasan, dan penutup.

Bagian Pendahuluan

 

Pada bagian ini berisikan informasi terkait karya ilmiah yang telah dilakukan. Ada banyak poin-poin penting harus dipaparkan dalam pendahuluan diantaranya yaitu, latar belakang masalah yang menceritakan kenapa penelitian itu diambil sebagai judul utama dalam karya tulis ilmiah tersebut.

Bagian Inti Pembahasan

 

Pada bagian inti pembahasan dalam penelitian karya tulis ilmiah memaparkan penelitian dilakukan dengan mengambil studi kasus pada bagian pendahuluan.

Bagian penutup

Pada bagian ini menjelaskan kesimpulan akhir dari penelitan karya tulis ilmiah yang telah dilakukan. Apakah penelitian tersebut dapat memberi solusi terhadap permasalahan yang diangkat atau sebagai batu loncatan awal untuk penelitan selanjutnya pun harus dipaparkan.


Kaidah/Unsur Kebahasaan Karya Tulis Ilmiah


Dalam penulisan karya tulis ilmiah harus mengikuti 2 kaidah, yakni 
kaidah penulisan bersifat umum dan kaidah penulisan bersifat khusus.

1.    Kaidah bersifat umum: adalah kaidah tentang bahasa Indonesia baku dan ejaan yang berlaku secara umum.

2.    Kaidah bersifat khusus: adalah kaidah mengenai teknis penulisan yang telah disepakati bersama dan berlaku di lingkungan tertentu.

  

Ciri-ciri Bahasa Keilmuan Sebagai Media Karya Ilmiah


Ciri-ciri kebahasaan karya ilmiah menurut Jujun Suriasumantri sebagai berikut:

1.    Reproduktif: maksud yang ditulis oleh penulis karya ilmiah dapat diterima dengan makna yang sama oleh pembaca.

2.    Rasional: penulis harus menonjolkan keruntutan pikiran yang logis.

3.    Bersifat Denotative: penulis dalam karya ilmiah menggunakan istilah atau kata yang hanya memiliki satu makna.

4.    Penggunaan istilah keilmuan: penulis dalam karya ilmiah harus mempergunakan istilah-istilah keilmuan sebagai bukti penguasaan penulis terhadap ilmu tertentu yang tidak dikuasai penulis pada bidang ilmu yang lain.

5.    Penggunaan bahasa baku dalam ejaan, kata, kalimat, dan paragraf: penulis mempergunakan bahasa dengan mengikuti kaidah tatabahasa agar hasil tulisan tidak mengandung arti yang lain atau salah tafsir bagi pembaca.

6.    Tidak ambigu: maksudnya tidak bermakna ganda karena penulis kurang menguasai materi atau kurang mampu menyusun kalimat dengan subjek dan predikat yang jelas.

7.    Tidak emotif: maksudnya tidak melibatkan aspek perasaan dari penulis karya ilmiah.



Sistematika Karya Tulis Ilmiah


Kamu juga harus mengetahui sistematika karya tulis ilmiah yang baik dan benar.

Bab I Pendahuluan

1.    Latar belakang masalah, uraian singkat, jelas dan logis dari suatu kegiatan ilmiah untuk menjelaskan alasaan teoritik serta faktual mengapa permasalahan yang diangkat perlu dijawab melalui kegiatan penelitian.

2.    Rumusan masalah, argumentasi atau pertanyaan kritis yang fleksibel yang diambil intinya dari pernyataan umum dari masalah penelitian, sebagaimana tercantum dalam latar belakang masalah.

3.    Tujuan penelitian, uraian singkat serta penjelasan tentang tujuan apa yang hendak dicapai dalam penelitian tersebut.

4.    Manfaat penelitian, uraian mengenai hasil karya tulis ilmiah apa saja yang diunggulkan dan dapat disumbangkan dari hasil penelitian.


Bab II Kerangka Teori

1.    Landasan teori, seperangkat konsep batasan dan proposisi yang dapat menyajikan suatu pandangan yang sistematis mengenai fenomena dalam penelitan dengan merinci hubungan antar variabel yang bertujuan menjelaskan serta memprediksikan fenomena tersebut.

2.    Hipotesis penelitian, kesimpulan sementara kerangka pemikiran seorang peneliti.


Bab III Metode Penelitian

1.    Jenis penelitian, a) dari tujuan dasarnya, b) dari tempat pelaksanaan penelitian, c) dari tujuan umumnya, d) dari sifat-sifat masalahnya, e) dari ruang lingkup pengujiannya

2.    Definisi konsep dan operasional variabel, definisi konsep adalah konseptual tentang variabel penelitian, sedangkan definisi opeasional adalah variabel yang berisi penjelasan secara sistematik dan operasional tentang bagaimana mengukur variable penelitian.

3.    Populasi dan sampel penelitian, populasi adalah keseluruhan dari subjek penelitian yang akan diteliti sedangkan sampel adalah sebagian subjek penelitian yang djadikan penelitian.

4.    Jenis, sumber dan teori pengumpulan data, uraian lengkap dan jelas tentang jenis data yang digunakan dalam penelitian, serta bagaimana cara mengumpulkan data tersebut.

5.    Teknik analisis/pengujian data, penjelasan tentang bagaimana caranya pengolahan serta penganalisisan data penelitian dilakukan.


Bab IV Pembahasan Penelitian

1.    Gambaran umum objek penelitian, uraian secara umum tentang objek penelitian yang akan diteliti.

2.    Deskripsi hasil penelitian, uraian hasil penelitian berdasarkan hasil data yang diperoleh dari lapangan.

3.    Pengujian hipotesis, uraian pemaparan data yang diperoleh dari lapangan penelitian untuk menguji apakah data yang didapat itu mendukung hipotesis yang ada atau tidak. Jika mendukung dapat diterima jika tidak berarti sebaliknya.

4.    Interpelasi hasil pengujian hipotesis


Bab V Penutup

1.    Daftar pustaka, kesimpulan & saran.

2.    Lampiran

 

Contoh Karya Tulis Ilmiah tentang Pendidikan 

Karya Tulis Ilmiah (KTI) atau disingkat karya ilmiah menurut Eko Susilo adalah suatu tulisan atau karangan yang didapatkan sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil penelitian, pengamatan, peninjauan dalam bidang tertentu, disusun menggunakan metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersatu bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/keilmiahannya.



Berikut adalah
3 contoh karya tulis ilmiah (KTI) tentang pendidikan moral/karakter 2019 yang baik dan benar.




 

Contoh Karya Tulis Ilmiah tentang Pendidikan Karakter Bangsa

 

BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Persoalan budaya dan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajam di masyarakat, baik melalui media cetak, wawancara, dialog dan lain sebagainya. Persoalan yang mengemuka di masyarakat seperti korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan yang terjadi di mana-mana, serta dunia politik yang menuai pro dan kontra menjadi salah satu topik hangat di masyarakat.

Berbagai alternatif penyelesaian masalah telah dilakukan seperti peraturan, undang-undang, penerapan hukum yang lebih kuat. Kepedulian masyarakat terhadap pendidikan budaya dan karakter bangsa juga telah menjadi perhatian pemerintah. Pemerintah telah mengembangkan pendidikan budaya dan karakter bangsa melalui Departemen Pendidikan Nasional. Karena itulah kami menjadi tertarik untuk menjadikan topik ini sebagai bahasan karya ilmiah yang akan kami tulis.

B. Rumusan Masalah

1.    Peristiwa apa sajakah yang kini marak terjadi sebagai bentuk penyimpangan dari karakter bangsa?

2.    Apa sebab-sebab terjadinya penyimpangan karakter tersebut?

3.    Bagaimana upaya mengurangi atau bahkan menghilangkan penyimpangan karakter tersebut?


C. Tujuan

Mengembangkan kebiasaan dan perilaku anak bangsa yang terpuji dan sejalan dengan karakter bangsa Indonesia.

BAB II

PEMBAHASAN


A. Peristiwa yang marak terjadi sebagai bentuk penyimpangan dari karakter bangsa

Ada banyak peristiwa yang tergolong penyimpangan karakter di Indonesia. Contoh kecil saja, di zaman modern ini banyak orang lupa beretika, lupa menjaga sopan santun, tak mau saling tolong menolong, tak bertanggung jawab, tidak tahu batas-batas pergaulan dan masih banyak lainnya. Hal sekecil itu saja sudah tidak terkendali, apalagi hal yang besar.



Realita saat ini, banyak makelar kasus, penggelapan pajak, korupsi, kejahatan yang dilakukan oknum-oknum yang tak bertanggung jawab dan yang amat memprihatinkan adalah perilaku remaja Indonesia yang masih berada di usia sekolah.

Menurut survey yang dilakukan di 33 provinsi di Indonesia, pada tahun 2008 sekitar 18.000 penduduk Indonesia terjangkit penyakit HIV & AIDS, 63% remaja melakukan hubungan seksual di luar nikah, 21% diantaranya melakukan aborsi dan sekitar 3,2 juta penduduk Indonesia adalah pemakai narkoba dan 1,1 juta diantaranya adalah pelajar tingkat SMP - Mahasiswa. Keadaan inilah yang membuat keadaan negri ini semakin memburuk.

B. Sebab-sebab terjadinya penyimpangan karakter

Orang tua merupakan orang yang paling dekat dengan anak sekaligus orang pertama kali yang memberikan kasih sayang.  Namun kenyataannya ada saja orang tua yang belum mengerti bagaimana cara mengasuh anak dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Buktinya, ada orang tua yang menitipkan anaknya pada baby sitter atau pembantu rumah tangga. Sehingga, anak tersebut mendapatkan pendampingan tumbuh dan berkembang bukan dari orang tuanya. Ada saja alasan mengapa orang tua menitipkan anaknya kepada orang lain. Salah satu alasannya karena harus mencari nafkah untuk membiayai anak tersebut, padat jam kerjanya dan sebagainya.



Peran kedua sebagai seseorang yang mengembangkan karakter anak adalah guru. Sebagai guru, hendaknya memiliki kemampuan dalam mendidik siswanya terutama sering-sering mengecek siswanya. Tidak hanya sekedar menghabiskan bab-bab buku pelajaran, sekedar menyampaikan informasi atau mengejar target kurikulum.

Peran ketiga adalah masyarakat atau tempat anak itu tinggal atau bermain dan bergaul. Anak bisa terkontaminasi kebiasaan buruk akibat pengaruh luar. Sehingga, sedini mungkin orang tua harus bisa menjaga anak-anaknya dari pengaruh luar yang negatif.

C. Upaya mengurangi atau bahkan menghilangkan penyimpangan karakter 


·         Bagi para orang tua, sebaiknya mulai dari sekarang belajar bagaimana mengasuh anak dengan baik dan benar dengan cara mengikuti parenting education.

·         Kedua, lebih memperhatikan anak dan mendampingi anak dalam situasi apapun.

·         Mengutamakan waktu bersama dengan keluarga walaupun jam kerja padat.

·         Bagi para guru, sebaiknya mulai menerapkan proses pembelajaran aktif dan menyenangkan serta membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam suatu mata pelajaran.

·         Guru menjadi contoh dan panutan di sekolah juga harus dapat memberi contoh yang baik kepada murid-muridnya, seperti berkata sopan, berpakaian rapi, disiplin, perhatian terhadap murid dan menjaga kebersihan.

·         Melakukan kegiatan-kegiatan rutin di sekolah seperti upacara bendera, berdoa sebelum dan sesudah mata pelajaran, mengucap salam bila bertemu guru atau teman.

·         Mengkoreksi perbuatan yang kurang baik secara spontan, misalnya menegur siswa ketika berteriak-teriak saat proses belajar mengajar.

·         Memuji perbuatan terpuji, misalnya apabila siswa itu mendapat nilai tinggi atau juga memperoleh prestasi.

·         Sekolah sebaiknya mendukung program pendidikan budaya dan karakter bangsa dalam perwujudan misalnya toilet sekolah bersih, bak sampah terletak di berbagai tempat dan kondisi sekolah bersih.

·         Kita sendiri sebagai seorang pelajar, hendaknya menyaring hal-hal buruk bagi kita dan hal-hal baik menurut kita.

 

BAB III

PENUTUP


A. Kesimpulan

Dari berbagai uraian di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut:

1.    Di Indonesia sudah terjadi penurunan moral yang cukup memprihatinkan, sehingga seluruh lapisan masyarakat harus bertindak lebih lanjut atas hal ini.

2.    Pendidikan budaya dan karakter bangsa sangat berpengaruh pada prestasi siswa dan akhlak setiap individu.

3.    Orang tua dan guru merupakan orang pertama yang memberi bekal kepada anak-anak bangsa tentang pendidikan karakter sebelum anak tersebut terjun di masyarakat.

4.    Perilaku anak tergantung pemberian contoh dari orang tua dan gurunya.

5.    Keadaan lingkungan sekitar juga mempengaruhi tumbuh kembang seorang anak.



Contoh Karya Tulis Ilmiah tentang Pendidikan Anak Usia Dini (SD)

 

BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Sebuah peradaban akan menurun apabila terjadi 
demoralisasi pada masyarakatnya. Banyak orang bijak mengatakan bahwa faktor moral (akhlak) adalah hal utama yang harus dibangun terlebih dahulu agar bisa membangun sebuah masyarakat yang tertib, aman dan sejahtera.

Indonesia saat ini sedang menghadapi masalah berat, yaitu terjadinya krisis multidimensi yang berkepanjangan. Masalah ini sebetulnya mengakar pada menurunnya kualitas moral bangsa yang dicirikan oleh membudayanya praktek KKN, konflik (antar etnis, agama, politisi, remaja, dsb), meningkatnya kriminalitas, menurunnya etos kerja, dan masih banyak lainnya. Budaya-budaya tersebut penyebab utama sulitnya negara kita untuk bangkit dari krisis.



Karakter yang berkualitas perlu dibentuk dan dibina sejak usia dini. Usia dini merupakan masa kritis bagi pembentukan karakter seseorang. Banyak pakar mengatakan kegagalan penanaman karakter sejak usia dini, akan membentuk pribadi yang bermasalah dimasa dewasanya kelak. Oleh karena itu penanaman moral melalui pendidikan karakter sedini mungkin diberikan kepada anak-anak adalah kunci utama untuk membangun suatu bangsa.

B. Rumusan Masalah

 

1.    Apa pentingnya pendidikan karakter di sekolah dasar? 

2.    Bagaimana peran guru dalam pendidikan karakter di sekolah dasar?


C. Tujuan

Menjelaskan tentang pentingya pendidikan karakter di sekolah dasar dan bagaimana peran guru dalam pendidikan karakter di sekolah dasar.

 

BAB II

PEMBAHASAN


A. Pentingnya Pendidikan Karakter di Usia Sekolah Dasar

Pendidikan karakter pada anak usia sekolah dasar (SD), saat ini sangat diperlukan karena bangsa Indonesia sedang mengalami krisis karakter dalam diri anak bangsa. Karakter disini adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berfikir, bersikap dan bertindak.

Pendidikan karakter dinilai sangat penting untuk dimulai pada usia dini dalam hal ini pada usia sekolah dasar. Karena pendidikan karakter adalah proses pendidikan yang ditujukan untuk mengembangkan nilai, sikap dan perilaku yang memancarkan akhlak mulia atau budi pekerti luhur.



Sejatinya pendidikan karakter ini memang sangat penting dimulai sejak dini. Sebab falsafah menanam sekarang menuai hari esok adalah sebuah proses yang harus dilakukan dalam rangka membentuk karakter anak bangsa. Pada usia anak-anak terbukti sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun. Peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia 8 tahun (SD), dan 20% pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua (SMP).

B. Peran Guru dalam Pengembangan Karakter di Sekolah Dasar

Ada beberapa strategi yang dapat memberikan peluang dan kesempatan bagi para guru untuk memainkan peranannya secara optimal dalam hal pengembangan pendidikan karakter peserta didik di sekolah, sebagai berikut:

·         Guru tak seharusnya menempatkan diri sebagai aktor yang dilihat dan didengar oleh siswa, tetapi guru seyogyanya berperan sebagai sutradara yang mengarahkan, membimbing, memfasilitasi dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat melakukan dan menemukan  sendiri hasil belajarnya.

·         Integrasi materi pendidikan karakter ke dalam mata pelajaran.

·         Mengoptimalkan kegiatan pembiasaan diri yang berwawasan pengembangan budi pekerti dan akhlak mulia.

·         Penciptaan lingkungan sekolah yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya karakter siswa.

·         Menjalin kerjasama dengan orang tua siswa dan masyarakat dalam pengembangan pendidikan karakter. 

·         Menjadi figur teladan bagi peserta didik.


Dalam uraian di atas menggambarkan peranan guru dalam pengembangan pendidikan karakter di sekolah dasar yang berkedudukan sebagai katalisator atau teladan, inspirator, motivator, dinamisator, dan evaluator.

BAB III

PENUTUP


A. Kesimpulan

Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen itu sendiri, yaitu kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan sekolah, pelaksana aktivitas atau kegiatan ekstrakulikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.

B. Saran

Diharapkan dengan diterapkannya pendidikan karakter di SD dapat membentuk pribadi peserta didik yang unggul dalam berperilaku dan memiliki kepribadian yang sesuai dengan moral-moral Pancasila dan agama. Untuk itu penerapan pendidikan karakter di SD sangat diperlukan, sehingga kita dapat menjadi manusia yang berpancasila dan bermoral.


Contoh Karya Tulis Ilmiah tentang Pendidikan Karakter

 

BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini di negara kita Indonesia sebenarnya tidak lepas dari persoalan "karakter". Pendidikan karakter seharusnya didapatkan sejak usia dini, malah membuat anak tersebut menyimpang dari apa yang diharapkan.

Hal ini seiring dengan kecendrungan bahwa seorang remaja yang sedang mencari identitas diri, selalu mencari hal baru, ditambah lagi dengan pengaruh kebudayaan asing yang kuat mempengaruhi generasi muda, hal ini dapat membuat mereka terjerumus lebih dalam kepada hal-hal negatif.



Realitas ini pada akhirnya mengunggah penulis melalui karya tulis ilmiah ini untuk kembali menghidupkan nilai-nilai pendidikan karakter yang dirasa saat ini mulai tergerus oleh laju arus globalisasi dan modernisasi yang tak terbendung lagi.

B. Rumusan Masalah

1.    Apa makna dari pendidikan karakter? 

2.    Apa penyebab dari rusaknya karakter? 

3.    Bagaimana cara mengatasi berbagai permasalahan yang menyangkut rusaknya karakter di kalangan remaja?


C. Tujuan

Menjelaskan tentang pentingya pendidikan karakter dan penyebab rusaknya karakter serta bagaimana cara mengatasinya.

BAB II

PEMBAHASAN


A. Pengertian Pendidikan Karakter

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar ataupun proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Sedangkan karakter bisa disebut juga karakteristik. Untuk menunjukkan eksistensi dirinya manusia pasti mempunyai ciri khas karakter sendiri-sendiri.

Pengertian pendidikan karakter menurut Lickona. Pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa.

Sedangkan menurut Suyanto. Mendefinisikan karakter sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa atau negara.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan, pendidikan karakter adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mengerti, menerapkan, dan mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki ciri khas yang dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa, ataupun negara.

B. Penyebab Rusaknya Pendidikan Karakter

Ada 3 penyebab utama rusaknya karakter bangsa Indonesia, yaitu:

1.    Pengaruh budaya luar. Hal ini memang tidak dapat dipungkiri lagi. Banyak sekali budaya luar yang masuk ke Indonesia dan mungkin sudah menjadi budaya di kalangan remaja, akan tetapi hal tersebut belum tentu sesuai dengan karakter bangsa Indoensia yang mayoritasnya beragama Islam.

2.    Minimnya pengetahuan agama. Ini adalah hal penting yang harus ditanamkan pada diri masing-masing. Karena agama merupakan tuntunan dasar supaya tidak salah dalam melakukan setiap tindakan. Jika pondasi agama kuat, yakinlah kejahatan di Indonesia dapat diminimalisir.

3.    Salahnya sistem pendidikan kita. Terjadinya kerusakan moral di kalangan pelajar dan generasi muda sebagaimana disebutkan di atas, karena tidak efektifnya keluarga, sekolah dan masyarakat dalam pembinaan moral. Bahkan ketiga lembaga tersebut satu dan lainnya saling bertolak belakang, tidak seirama, dan tidak kondusif bagi pembinaan moral.


C. Cara Mengatasi Kerusakan Karakter pada diri Remaja

Kerusakan karakter bangsa harus ada upaya untuk mengatasinya. Berikut menurut penulis hal-hal yang harus dilakukan untuk mengatasi hal tersebut:

·         Memperkokoh keimanan atau akidah dengan jalan memberikan pengetahuan agama, baik di rumah, sekolah dan masyarakat.

·         Menanamkan perasaan dekat kepada Tuhan YME.

·         Mewujudkan lingkungan yang religius, baik melalui bahan bacaan, tontonan maupun lingkungan pergaulan.

·         Menumbuhkan tanggung jawab pengembangan amanah dakwah dengan terus berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam bersikap dan berperilaku dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara.

 

BAB III

PENUTUP


A. Kesimpulan

Pendidikan karakter di Indonesia belum berada pada tahap maju. Sehingga perlu diadakan perbaikan sistem pendidikan oleh pemerintah dalam memajukan pendidikan karakter anak bangsa di Indonesia. Keluarga, sekolah dan masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam memajukan karakter anak bangsa.

B. Saran

Pendidikan karakter bisa dimasukkan dalam kurikulum pendidikan di Indonesia agar siswa dapat memahami dan merealisasikannya dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan karakter tak hanya menjadi tugas guru, bukan hanya di lingkup sekolah, pendidikan karakter harus dipikul pula oleh masyarakat secara luas. Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat pun memanggul tugas memberikan karakter terhadap anak pada fase paling awal.

 Karya tulis ilmiah 

merupakan materi bahasa Indonesia Kelas XI/11 - Materi ini membahas pengertian karya tulis ilmiah, tujuan, karakteristik, manfaat, jenis-jenis, ciri-ciri, struktur karya tulis ilmiah dan unsur/kaidah kebahasaan, dan ciri-ciri bahasa keilmuan sebagai media karya ilmiah.

Apa yang dimaksud dengan Karya Ilmiah? Menurut Wikipedia, karya ilmiah adalah sebuah laporan tertulis dan diterbitkan yang menjelaskan hasil pengkajian atau penelitian yang telah dilakukan oleh sebuah tim atau seseorang dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan harus ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Nah, kalian sudah tahu apa itu karya ilmiah. Adapun jenis-jenis karya tulis ilmiah antara lain yaitu 
artikel, makalah, skripsi, kertas kerja, paper, tesis, disertasi dan artikel ilmiah populer.

Salah satu ciri-ciri karya tulis ilmiah adalah menggunakan bahasa yang baku dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Kami 
Materi Bindo akan menjelaskan secara rinci apa saja yang harus dibahas pada materi Karya Tulis Ilmiah.

Pengertian Karya Tulis Ilmiah

Secara umum

Karya Tulis Ilmiah atau disingkat Karya Ilmiah (Dalam Bahasa Inggris Scientific Paper) adalah laporan tertulis atau tulisan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian mengenai suatu masalah yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi etika dan kaidah keilmuan yang ditaati dan dikukuhkan oleh masyarakat umum.


Karya ilmiah disebut juga sebagai 
"tulisan akademis" karena biasa ditulis oleh kalangan kampus perguruan tinggi, dosen dan mahasiswa. Karya ilmiah juga berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berupa penjelasan (explanation), prediksi (prediction), dan pengawasan (control).

Pengertian Karya Tulis Ilmiah Menurut Para Ahli

Eko Susilo, M. 1995:11

Karya ilmiah adalah suatu tulisan atau karangan yang didapatkan sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil penelitian, pengamatan, peninjauan dalam bidang tertentu, disusun menggunakan metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantu bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/keilmiahannya.

Yamilah dan Samsoerizal (1994:90)

Memaparkan bahwa ragam karya ilmiah terdiri atas beberapa jenis yang berdasarkan fungsinya antara lain seperti: makalah, skripsi, tesis dan disertasi.

Sikumbang (1981)

Memaparkan bahwa ada enam manfaat yang diperoleh dari kegiatan ilmiah tersebut. Antara lain dapat mengembangkan keterampilan membaca efektif, dapat menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber, mengambil inti sarinya dan mengembangkan ke tingkat pemikiran yang lebih matang dan lain sebagainya.

Tujuan Karya Tulis Ilmiah


Adapun tujuan dari karya tulis ilmiah adalah sebagai berikut.

·         Untuk dapat melatih hasil penelitian dalam bentuk karya ilmiah yang sistematis dan metodologis. atau ide tersurat.

·         Karya ilmiah yang telah ditulis, diharapkan menjadi transformasi pengetahuan antara sekolah dan masyarakat.

·         Para akademisi tidak hanya sebagai konsumen pengetahuan, tapi juga mampu menjadi produsen berfikir dan menulis di bidang ilmu pengetahuan.

·         Untuk membuktikan pengetahuan serta potensi ilmiah yang dimiliki oleh penulis.

·         Dapat melatih keterampilan dasar dalam melakukan penelitian.

 

Manfaat Karya Tulis Ilmiah


Manfaat apa yang akan kita dapatkan dalam menulis karya ilmiah? Ini dia penjelasannya.

·         Untuk melatih dalam menggabungkan beberapa hasil bacaan dari berbagai sumber bacaan.

·         Penulis dapat berlatih mengintegrasikan hasil bacaan dengan gagasan sendiri.

·         Dapat mengembangkan pemikiran menjadi lebih matang.

·         Dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta dan data secara jelas dan sistematis.

·         Mengakrabkan penulis dengan kegiatan-kegiatan perpustakaan, seperti menggunakan katalog dalam mencari buku yang diperlukan.

·         Penulis akan merasakan kepuasaan intelektual, yakni satu kepuasan yang berkaitan dengan kemampuan untuk menyajikan satu pengetahuan.

·         Penulis ikut menyumbang bagi perluasan cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.

·         Sebagai bahan penelitian atau acuan pendahuluan untuk penelitian selanjutnya.

 

Karakteristik Karya Tulis Ilmiah


Kita juga harus mengetahui karakteristik dalam karya tulis ilmiah.

·         Tulisan yang dbuat harus mengacu pada teori.

·         Harus lugas, maksudnya tidak emosional, tidak kritis, dan tidak menimbulkan interprestasi lain.

·         Harus logis, artinya mengacu pada pembahasan yang rasional dengan urutan yang konsisten.

·         Efesien, artinya mempergunakan kalimat, kata dan bahasa yang baik, sesuai, dan mudah dipahami.

·         Efektif, artinya tulisan-tulisan yang dibuat harus ringkas dan padat.

·         Objektif, artinya berdasarkan fakta, kerangka karya ilmiah bersifat konkrit dan benar adanya/ tidak mengada-ada.

·         Sistematis, artinya penulisan dan pembahasan harus sesuai dengan prosedur yang ada.




Jenis-jenis Karya Tulis Ilmiah


Berikut ini adalah beberapa macam jenis karya tulis ilmiah beserta penjelasan singkatnya.

1. Artikel

Artikel adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan cara yang ilmiah dan mengikuti pedoman ilmiah yang telah disepakati sebelumnya.

Sistematika artikel:

·         Judul

·         Nama penulis (tanpa gelar akademik)

·         Abstrak

·         Kata kunci

·         Pendahuluan

·         Kerangka teori (kajian)

·         Pembahasan

·         Penutup

·         Daftar pustaka

 

2. Makalah

 

Makalah adalah salah satu karya ilmiah yang menyajikan suatu masalah dengan pembahasan berdasarkan data yang ada di lapangan dan bersifat empiris-objektif.

Sistematika makaalah:

·         Pendahuluan

·         Pembahasan

·         Kesimpulan



3. Kertas Kerja

 

Kertas kerja / work paper pada prinsipnya sama dengan makalah, namun pada kertas kerja dibuat dengan analisis yang lebih mendalam dan juga tajam dan dipresentasikan pada seminar yang biasanya dihadiri oleh para ilmuwan.

4. Paper

Paper adalah sebutan khusus untuk makalah di kalangan para akademisi (mahasiswa) dalam kaitannya dengan pembelajaran dan pendidikan sebelum menyelesaikan jenjang studi.

5. Skripsi

Skripsi adalah salah satu karya ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S1 (Sarjana). Berisi tulisan yang sistematis yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain.

6. Tesis

 

Tesis adalah suatu karya ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S2 (Pasca Sarjana). Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.

7. Disertasi

Disertasi atau disebut juga "Ph.D Thesis" adalah suatu karya ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S3 (Doktor/Dr) yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan fakta dan data yang sahih dengan analisis yang terinci.

8. Artikel Ilmiah Populer


Artikel ilmiah populer adalah artikel ilmiah yang ditulis dengan gaya bahasa populer (bahasa jurnalistis/media) untuk dimuat pada media massa (majalah, situs, suratkabar). Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah populer tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Namun, artikel ilmiah populer ditulis lebih bersifat umum, untuk konsumsi publik..

Ciri-ciri Karya Tulis Ilmiah


Tahukah Anda apa saja ciri-ciri yang terdapat dalam karya tulis ilmiah?

·         Bahasa yang digunakan harus bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata, dan kalimat-kalimat efektif dengan struktur yang baku.

·         Sikap penulis dalam karya ilmiah harus objektif, disampaian dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif dan tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.

·         Struktur karya ilmiah sangat ketat.

·         Komponen karya ilmiah bermacam-macam sesuai dengan jenisnya, namun pada intinya karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka.


Struktur Karya Tulis Ilmiah


Struktur dari karya tulis ilmiah terdiri dari tiga yaitu bagian pendahuluan, inti pembahasan, dan penutup.

Bagian Pendahuluan

 

Pada bagian ini berisikan informasi terkait karya ilmiah yang telah dilakukan. Ada banyak poin-poin penting harus dipaparkan dalam pendahuluan diantaranya yaitu, latar belakang masalah yang menceritakan kenapa penelitian itu diambil sebagai judul utama dalam karya tulis ilmiah tersebut.

Bagian Inti Pembahasan

 

Pada bagian inti pembahasan dalam penelitian karya tulis ilmiah memaparkan penelitian dilakukan dengan mengambil studi kasus pada bagian pendahuluan.

Bagian penutup

Pada bagian ini menjelaskan kesimpulan akhir dari penelitan karya tulis ilmiah yang telah dilakukan. Apakah penelitian tersebut dapat memberi solusi terhadap permasalahan yang diangkat atau sebagai batu loncatan awal untuk penelitan selanjutnya pun harus dipaparkan.


Kaidah/Unsur Kebahasaan Karya Tulis Ilmiah


Dalam penulisan karya tulis ilmiah harus mengikuti 2 kaidah, yakni 
kaidah penulisan bersifat umum dan kaidah penulisan bersifat khusus.

1.    Kaidah bersifat umum: adalah kaidah tentang bahasa Indonesia baku dan ejaan yang berlaku secara umum.

2.    Kaidah bersifat khusus: adalah kaidah mengenai teknis penulisan yang telah disepakati bersama dan berlaku di lingkungan tertentu.

  

Ciri-ciri Bahasa Keilmuan Sebagai Media Karya Ilmiah


Ciri-ciri kebahasaan karya ilmiah menurut Jujun Suriasumantri sebagai berikut:

1.    Reproduktif: maksud yang ditulis oleh penulis karya ilmiah dapat diterima dengan makna yang sama oleh pembaca.

2.    Rasional: penulis harus menonjolkan keruntutan pikiran yang logis.

3.    Bersifat Denotative: penulis dalam karya ilmiah menggunakan istilah atau kata yang hanya memiliki satu makna.

4.    Penggunaan istilah keilmuan: penulis dalam karya ilmiah harus mempergunakan istilah-istilah keilmuan sebagai bukti penguasaan penulis terhadap ilmu tertentu yang tidak dikuasai penulis pada bidang ilmu yang lain.

5.    Penggunaan bahasa baku dalam ejaan, kata, kalimat, dan paragraf: penulis mempergunakan bahasa dengan mengikuti kaidah tatabahasa agar hasil tulisan tidak mengandung arti yang lain atau salah tafsir bagi pembaca.

6.    Tidak ambigu: maksudnya tidak bermakna ganda karena penulis kurang menguasai materi atau kurang mampu menyusun kalimat dengan subjek dan predikat yang jelas.

7.    Tidak emotif: maksudnya tidak melibatkan aspek perasaan dari penulis karya ilmiah.



Sistematika Karya Tulis Ilmiah


Kamu juga harus mengetahui sistematika karya tulis ilmiah yang baik dan benar.

Bab I Pendahuluan

1.    Latar belakang masalah, uraian singkat, jelas dan logis dari suatu kegiatan ilmiah untuk menjelaskan alasaan teoritik serta faktual mengapa permasalahan yang diangkat perlu dijawab melalui kegiatan penelitian.

2.    Rumusan masalah, argumentasi atau pertanyaan kritis yang fleksibel yang diambil intinya dari pernyataan umum dari masalah penelitian, sebagaimana tercantum dalam latar belakang masalah.

3.    Tujuan penelitian, uraian singkat serta penjelasan tentang tujuan apa yang hendak dicapai dalam penelitian tersebut.

4.    Manfaat penelitian, uraian mengenai hasil karya tulis ilmiah apa saja yang diunggulkan dan dapat disumbangkan dari hasil penelitian.


Bab II Kerangka Teori

1.    Landasan teori, seperangkat konsep batasan dan proposisi yang dapat menyajikan suatu pandangan yang sistematis mengenai fenomena dalam penelitan dengan merinci hubungan antar variabel yang bertujuan menjelaskan serta memprediksikan fenomena tersebut.

2.    Hipotesis penelitian, kesimpulan sementara kerangka pemikiran seorang peneliti.


Bab III Metode Penelitian

1.    Jenis penelitian, a) dari tujuan dasarnya, b) dari tempat pelaksanaan penelitian, c) dari tujuan umumnya, d) dari sifat-sifat masalahnya, e) dari ruang lingkup pengujiannya

2.    Definisi konsep dan operasional variabel, definisi konsep adalah konseptual tentang variabel penelitian, sedangkan definisi opeasional adalah variabel yang berisi penjelasan secara sistematik dan operasional tentang bagaimana mengukur variable penelitian.

3.    Populasi dan sampel penelitian, populasi adalah keseluruhan dari subjek penelitian yang akan diteliti sedangkan sampel adalah sebagian subjek penelitian yang djadikan penelitian.

4.    Jenis, sumber dan teori pengumpulan data, uraian lengkap dan jelas tentang jenis data yang digunakan dalam penelitian, serta bagaimana cara mengumpulkan data tersebut.

5.    Teknik analisis/pengujian data, penjelasan tentang bagaimana caranya pengolahan serta penganalisisan data penelitian dilakukan.


Bab IV Pembahasan Penelitian

1.    Gambaran umum objek penelitian, uraian secara umum tentang objek penelitian yang akan diteliti.

2.    Deskripsi hasil penelitian, uraian hasil penelitian berdasarkan hasil data yang diperoleh dari lapangan.

3.    Pengujian hipotesis, uraian pemaparan data yang diperoleh dari lapangan penelitian untuk menguji apakah data yang didapat itu mendukung hipotesis yang ada atau tidak. Jika mendukung dapat diterima jika tidak berarti sebaliknya.

4.    Interpelasi hasil pengujian hipotesis


Bab V Penutup

1.    Daftar pustaka, kesimpulan & saran.

2.    Lampiran

 

Contoh Karya Tulis Ilmiah tentang Pendidikan 

Karya Tulis Ilmiah (KTI) atau disingkat karya ilmiah menurut Eko Susilo adalah suatu tulisan atau karangan yang didapatkan sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil penelitian, pengamatan, peninjauan dalam bidang tertentu, disusun menggunakan metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersatu bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/keilmiahannya.



Berikut adalah
3 contoh karya tulis ilmiah (KTI) tentang pendidikan moral/karakter 2019 yang baik dan benar.




 

Contoh Karya Tulis Ilmiah tentang Pendidikan Karakter Bangsa

 

BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Persoalan budaya dan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajam di masyarakat, baik melalui media cetak, wawancara, dialog dan lain sebagainya. Persoalan yang mengemuka di masyarakat seperti korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan yang terjadi di mana-mana, serta dunia politik yang menuai pro dan kontra menjadi salah satu topik hangat di masyarakat.

Berbagai alternatif penyelesaian masalah telah dilakukan seperti peraturan, undang-undang, penerapan hukum yang lebih kuat. Kepedulian masyarakat terhadap pendidikan budaya dan karakter bangsa juga telah menjadi perhatian pemerintah. Pemerintah telah mengembangkan pendidikan budaya dan karakter bangsa melalui Departemen Pendidikan Nasional. Karena itulah kami menjadi tertarik untuk menjadikan topik ini sebagai bahasan karya ilmiah yang akan kami tulis.

B. Rumusan Masalah

1.    Peristiwa apa sajakah yang kini marak terjadi sebagai bentuk penyimpangan dari karakter bangsa?

2.    Apa sebab-sebab terjadinya penyimpangan karakter tersebut?

3.    Bagaimana upaya mengurangi atau bahkan menghilangkan penyimpangan karakter tersebut?


C. Tujuan

Mengembangkan kebiasaan dan perilaku anak bangsa yang terpuji dan sejalan dengan karakter bangsa Indonesia.

BAB II

PEMBAHASAN


A. Peristiwa yang marak terjadi sebagai bentuk penyimpangan dari karakter bangsa

Ada banyak peristiwa yang tergolong penyimpangan karakter di Indonesia. Contoh kecil saja, di zaman modern ini banyak orang lupa beretika, lupa menjaga sopan santun, tak mau saling tolong menolong, tak bertanggung jawab, tidak tahu batas-batas pergaulan dan masih banyak lainnya. Hal sekecil itu saja sudah tidak terkendali, apalagi hal yang besar.



Realita saat ini, banyak makelar kasus, penggelapan pajak, korupsi, kejahatan yang dilakukan oknum-oknum yang tak bertanggung jawab dan yang amat memprihatinkan adalah perilaku remaja Indonesia yang masih berada di usia sekolah.

Menurut survey yang dilakukan di 33 provinsi di Indonesia, pada tahun 2008 sekitar 18.000 penduduk Indonesia terjangkit penyakit HIV & AIDS, 63% remaja melakukan hubungan seksual di luar nikah, 21% diantaranya melakukan aborsi dan sekitar 3,2 juta penduduk Indonesia adalah pemakai narkoba dan 1,1 juta diantaranya adalah pelajar tingkat SMP - Mahasiswa. Keadaan inilah yang membuat keadaan negri ini semakin memburuk.

B. Sebab-sebab terjadinya penyimpangan karakter

Orang tua merupakan orang yang paling dekat dengan anak sekaligus orang pertama kali yang memberikan kasih sayang.  Namun kenyataannya ada saja orang tua yang belum mengerti bagaimana cara mengasuh anak dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Buktinya, ada orang tua yang menitipkan anaknya pada baby sitter atau pembantu rumah tangga. Sehingga, anak tersebut mendapatkan pendampingan tumbuh dan berkembang bukan dari orang tuanya. Ada saja alasan mengapa orang tua menitipkan anaknya kepada orang lain. Salah satu alasannya karena harus mencari nafkah untuk membiayai anak tersebut, padat jam kerjanya dan sebagainya.



Peran kedua sebagai seseorang yang mengembangkan karakter anak adalah guru. Sebagai guru, hendaknya memiliki kemampuan dalam mendidik siswanya terutama sering-sering mengecek siswanya. Tidak hanya sekedar menghabiskan bab-bab buku pelajaran, sekedar menyampaikan informasi atau mengejar target kurikulum.

Peran ketiga adalah masyarakat atau tempat anak itu tinggal atau bermain dan bergaul. Anak bisa terkontaminasi kebiasaan buruk akibat pengaruh luar. Sehingga, sedini mungkin orang tua harus bisa menjaga anak-anaknya dari pengaruh luar yang negatif.

C. Upaya mengurangi atau bahkan menghilangkan penyimpangan karakter 


·         Bagi para orang tua, sebaiknya mulai dari sekarang belajar bagaimana mengasuh anak dengan baik dan benar dengan cara mengikuti parenting education.

·         Kedua, lebih memperhatikan anak dan mendampingi anak dalam situasi apapun.

·         Mengutamakan waktu bersama dengan keluarga walaupun jam kerja padat.

·         Bagi para guru, sebaiknya mulai menerapkan proses pembelajaran aktif dan menyenangkan serta membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam suatu mata pelajaran.

·         Guru menjadi contoh dan panutan di sekolah juga harus dapat memberi contoh yang baik kepada murid-muridnya, seperti berkata sopan, berpakaian rapi, disiplin, perhatian terhadap murid dan menjaga kebersihan.

·         Melakukan kegiatan-kegiatan rutin di sekolah seperti upacara bendera, berdoa sebelum dan sesudah mata pelajaran, mengucap salam bila bertemu guru atau teman.

·         Mengkoreksi perbuatan yang kurang baik secara spontan, misalnya menegur siswa ketika berteriak-teriak saat proses belajar mengajar.

·         Memuji perbuatan terpuji, misalnya apabila siswa itu mendapat nilai tinggi atau juga memperoleh prestasi.

·         Sekolah sebaiknya mendukung program pendidikan budaya dan karakter bangsa dalam perwujudan misalnya toilet sekolah bersih, bak sampah terletak di berbagai tempat dan kondisi sekolah bersih.

·         Kita sendiri sebagai seorang pelajar, hendaknya menyaring hal-hal buruk bagi kita dan hal-hal baik menurut kita.

 

BAB III

PENUTUP


A. Kesimpulan

Dari berbagai uraian di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut:

1.    Di Indonesia sudah terjadi penurunan moral yang cukup memprihatinkan, sehingga seluruh lapisan masyarakat harus bertindak lebih lanjut atas hal ini.

2.    Pendidikan budaya dan karakter bangsa sangat berpengaruh pada prestasi siswa dan akhlak setiap individu.

3.    Orang tua dan guru merupakan orang pertama yang memberi bekal kepada anak-anak bangsa tentang pendidikan karakter sebelum anak tersebut terjun di masyarakat.

4.    Perilaku anak tergantung pemberian contoh dari orang tua dan gurunya.

5.    Keadaan lingkungan sekitar juga mempengaruhi tumbuh kembang seorang anak.



Contoh Karya Tulis Ilmiah tentang Pendidikan Anak Usia Dini (SD)

 

BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Sebuah peradaban akan menurun apabila terjadi 
demoralisasi pada masyarakatnya. Banyak orang bijak mengatakan bahwa faktor moral (akhlak) adalah hal utama yang harus dibangun terlebih dahulu agar bisa membangun sebuah masyarakat yang tertib, aman dan sejahtera.

Indonesia saat ini sedang menghadapi masalah berat, yaitu terjadinya krisis multidimensi yang berkepanjangan. Masalah ini sebetulnya mengakar pada menurunnya kualitas moral bangsa yang dicirikan oleh membudayanya praktek KKN, konflik (antar etnis, agama, politisi, remaja, dsb), meningkatnya kriminalitas, menurunnya etos kerja, dan masih banyak lainnya. Budaya-budaya tersebut penyebab utama sulitnya negara kita untuk bangkit dari krisis.



Karakter yang berkualitas perlu dibentuk dan dibina sejak usia dini. Usia dini merupakan masa kritis bagi pembentukan karakter seseorang. Banyak pakar mengatakan kegagalan penanaman karakter sejak usia dini, akan membentuk pribadi yang bermasalah dimasa dewasanya kelak. Oleh karena itu penanaman moral melalui pendidikan karakter sedini mungkin diberikan kepada anak-anak adalah kunci utama untuk membangun suatu bangsa.

B. Rumusan Masalah

 

1.    Apa pentingnya pendidikan karakter di sekolah dasar? 

2.    Bagaimana peran guru dalam pendidikan karakter di sekolah dasar?


C. Tujuan

Menjelaskan tentang pentingya pendidikan karakter di sekolah dasar dan bagaimana peran guru dalam pendidikan karakter di sekolah dasar.

 

BAB II

PEMBAHASAN


A. Pentingnya Pendidikan Karakter di Usia Sekolah Dasar

Pendidikan karakter pada anak usia sekolah dasar (SD), saat ini sangat diperlukan karena bangsa Indonesia sedang mengalami krisis karakter dalam diri anak bangsa. Karakter disini adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berfikir, bersikap dan bertindak.

Pendidikan karakter dinilai sangat penting untuk dimulai pada usia dini dalam hal ini pada usia sekolah dasar. Karena pendidikan karakter adalah proses pendidikan yang ditujukan untuk mengembangkan nilai, sikap dan perilaku yang memancarkan akhlak mulia atau budi pekerti luhur.



Sejatinya pendidikan karakter ini memang sangat penting dimulai sejak dini. Sebab falsafah menanam sekarang menuai hari esok adalah sebuah proses yang harus dilakukan dalam rangka membentuk karakter anak bangsa. Pada usia anak-anak terbukti sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun. Peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia 8 tahun (SD), dan 20% pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua (SMP).

B. Peran Guru dalam Pengembangan Karakter di Sekolah Dasar

Ada beberapa strategi yang dapat memberikan peluang dan kesempatan bagi para guru untuk memainkan peranannya secara optimal dalam hal pengembangan pendidikan karakter peserta didik di sekolah, sebagai berikut:

·         Guru tak seharusnya menempatkan diri sebagai aktor yang dilihat dan didengar oleh siswa, tetapi guru seyogyanya berperan sebagai sutradara yang mengarahkan, membimbing, memfasilitasi dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat melakukan dan menemukan  sendiri hasil belajarnya.

·         Integrasi materi pendidikan karakter ke dalam mata pelajaran.

·         Mengoptimalkan kegiatan pembiasaan diri yang berwawasan pengembangan budi pekerti dan akhlak mulia.

·         Penciptaan lingkungan sekolah yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya karakter siswa.

·         Menjalin kerjasama dengan orang tua siswa dan masyarakat dalam pengembangan pendidikan karakter. 

·         Menjadi figur teladan bagi peserta didik.


Dalam uraian di atas menggambarkan peranan guru dalam pengembangan pendidikan karakter di sekolah dasar yang berkedudukan sebagai katalisator atau teladan, inspirator, motivator, dinamisator, dan evaluator.

BAB III

PENUTUP


A. Kesimpulan

Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen itu sendiri, yaitu kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan sekolah, pelaksana aktivitas atau kegiatan ekstrakulikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.

B. Saran

Diharapkan dengan diterapkannya pendidikan karakter di SD dapat membentuk pribadi peserta didik yang unggul dalam berperilaku dan memiliki kepribadian yang sesuai dengan moral-moral Pancasila dan agama. Untuk itu penerapan pendidikan karakter di SD sangat diperlukan, sehingga kita dapat menjadi manusia yang berpancasila dan bermoral.


Contoh Karya Tulis Ilmiah tentang Pendidikan Karakter

 

BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini di negara kita Indonesia sebenarnya tidak lepas dari persoalan "karakter". Pendidikan karakter seharusnya didapatkan sejak usia dini, malah membuat anak tersebut menyimpang dari apa yang diharapkan.

Hal ini seiring dengan kecendrungan bahwa seorang remaja yang sedang mencari identitas diri, selalu mencari hal baru, ditambah lagi dengan pengaruh kebudayaan asing yang kuat mempengaruhi generasi muda, hal ini dapat membuat mereka terjerumus lebih dalam kepada hal-hal negatif.



Realitas ini pada akhirnya mengunggah penulis melalui karya tulis ilmiah ini untuk kembali menghidupkan nilai-nilai pendidikan karakter yang dirasa saat ini mulai tergerus oleh laju arus globalisasi dan modernisasi yang tak terbendung lagi.

B. Rumusan Masalah

1.    Apa makna dari pendidikan karakter? 

2.    Apa penyebab dari rusaknya karakter? 

3.    Bagaimana cara mengatasi berbagai permasalahan yang menyangkut rusaknya karakter di kalangan remaja?


C. Tujuan

Menjelaskan tentang pentingya pendidikan karakter dan penyebab rusaknya karakter serta bagaimana cara mengatasinya.

BAB II

PEMBAHASAN


A. Pengertian Pendidikan Karakter

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar ataupun proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Sedangkan karakter bisa disebut juga karakteristik. Untuk menunjukkan eksistensi dirinya manusia pasti mempunyai ciri khas karakter sendiri-sendiri.

Pengertian pendidikan karakter menurut Lickona. Pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa.

Sedangkan menurut Suyanto. Mendefinisikan karakter sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa atau negara.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan, pendidikan karakter adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mengerti, menerapkan, dan mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki ciri khas yang dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa, ataupun negara.

B. Penyebab Rusaknya Pendidikan Karakter

Ada 3 penyebab utama rusaknya karakter bangsa Indonesia, yaitu:

1.    Pengaruh budaya luar. Hal ini memang tidak dapat dipungkiri lagi. Banyak sekali budaya luar yang masuk ke Indonesia dan mungkin sudah menjadi budaya di kalangan remaja, akan tetapi hal tersebut belum tentu sesuai dengan karakter bangsa Indoensia yang mayoritasnya beragama Islam.

2.    Minimnya pengetahuan agama. Ini adalah hal penting yang harus ditanamkan pada diri masing-masing. Karena agama merupakan tuntunan dasar supaya tidak salah dalam melakukan setiap tindakan. Jika pondasi agama kuat, yakinlah kejahatan di Indonesia dapat diminimalisir.

3.    Salahnya sistem pendidikan kita. Terjadinya kerusakan moral di kalangan pelajar dan generasi muda sebagaimana disebutkan di atas, karena tidak efektifnya keluarga, sekolah dan masyarakat dalam pembinaan moral. Bahkan ketiga lembaga tersebut satu dan lainnya saling bertolak belakang, tidak seirama, dan tidak kondusif bagi pembinaan moral.


C. Cara Mengatasi Kerusakan Karakter pada diri Remaja

Kerusakan karakter bangsa harus ada upaya untuk mengatasinya. Berikut menurut penulis hal-hal yang harus dilakukan untuk mengatasi hal tersebut:

·         Memperkokoh keimanan atau akidah dengan jalan memberikan pengetahuan agama, baik di rumah, sekolah dan masyarakat.

·         Menanamkan perasaan dekat kepada Tuhan YME.

·         Mewujudkan lingkungan yang religius, baik melalui bahan bacaan, tontonan maupun lingkungan pergaulan.

·         Menumbuhkan tanggung jawab pengembangan amanah dakwah dengan terus berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam bersikap dan berperilaku dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara.

 

BAB III

PENUTUP


A. Kesimpulan

Pendidikan karakter di Indonesia belum berada pada tahap maju. Sehingga perlu diadakan perbaikan sistem pendidikan oleh pemerintah dalam memajukan pendidikan karakter anak bangsa di Indonesia. Keluarga, sekolah dan masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam memajukan karakter anak bangsa.

B. Saran

Pendidikan karakter bisa dimasukkan dalam kurikulum pendidikan di Indonesia agar siswa dapat memahami dan merealisasikannya dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan karakter tak hanya menjadi tugas guru, bukan hanya di lingkup sekolah, pendidikan karakter harus dipikul pula oleh masyarakat secara luas. Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat pun memanggul tugas memberikan karakter terhadap anak pada fase paling awal.

  

Posting Komentar untuk "MATERI KARYA ILMIAH KELAS XI SMA"